Indonesia berpeluang menjadi basis industri hilir minyak sawit
terbesar dunia, terutama oleokimia, mengingat predikatnya sebagai produsen
minyak sawit mentah terbesar di dunia.
Para Investor utama di industri hulu minyak sawit semakin tertarik
untuk berinvestasi di hilir. Pemain utama di hulu sudah mulai masuk ke hilir
seperti Wilmar, Sinarmas, Musim Mas, Asian Agri, bahkan Unilever juga masuk.
Pemberlakuan bea keluar yang progresif terhadap ekspor minyak
sawit mentah dituding menjadi alasan terjadinya migrasi ini. Alasannya karena
adanya pemberlakuan tarif ekspor minyak sawit mentah yang progresif membuat
semakin banyak pelaku bisnis yang semula fokus di hulu mengalihkan usahanya di
sektor hilir, di bisnis oleokimia,
Industri oleokimia sendiri merupakan industri lanjutan pengolahan
minyak sawit mentah (CPO) menjadi aneka produk kimia bernilai tambah tinggi
seperti fatty acid, fatty alcohol, glyserin dan methyl ester.
Produk kimia tersebut merupakan bahan baku dasar untuk industri
perawatan tubuh seperti sabun mandi, sampo, kondisioner, deterjen, makanan,
plastik, farmasi dan juga pelumas.
Kapasitas oleokimia Indonesia sudah melebihi Malaysia pada 2012,
saat itu kapasitas Malaysia 1,9 juta ton sedangkan Indonesia lebih dari 2 juta
ton. "Untuk 2013 dan 2014 kapasitas kita
lebih dari 3 juta ton, 2015 lebih dari 4,5 juta ton. Dan 2016 diprediksi
akan naik lebih dari 10%.
Sebagian besar produk oleokimia Indonesia adalah untuk ekspor yang
mencapai 80% dari total produksi. Sementara itu, di Indonesia sendiri, produk
oleokimia lebih banyak digunakan untuk industri ban dan detergen.
Kinerja industri oleokimia nasional dari tahun ke tahun menunjukkan
peningkatan. Hal ini disebabkan oleh tarikan pasar atau market pull dan
dukungan kebijakan pemerintah atau regulation push.
Saat ini, Malaysia masih dianggap sebagai tolak ukur konstelasi
industri oleokimia global karena tingginya penguasaan teknologi dan integrasi
industri dari hulu ke hilir. Oleh karena itu, seharusnya Indonesia mampu
menggeser posisi Malaysia tersebut.
Kita harus mengubah mindset yang semula mengandalkan produksi
minyak sawit mentah menjadi produsen aneka turunan minyak sawit bernilai tambah
tinggi salah satunya melalui industrialisasi oleokimia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar